Showing posts with label Sejarah. Show all posts
Showing posts with label Sejarah. Show all posts

Monday, March 25, 2019

ANDA SUKA SELFIE? BERIKUT FAKTA SELFIE YANG ORANG BANYAK BELUM KETAHUI!!

Inilah selfie pertama milik Robert Cornelius via publicdomainreview.org

budygroup.com, jaman sekarang, siapa sih yang gatau selfie atau ga suka selfie , nah selfie itu bukan nama orang ya sobat, tapi selfie itu adalah jenis dari foto potret diri yang di ambil sendiri dengan menggunakan kamera digital atau kamera handphone, nah untuk kamu yang hobinya selfie, udah pada tau ngga fakta fakta tentang Selfie? mungkin pada banyak yang belum tau bukan? nahh.. disini saya akan memberi informasi fakta fakta selfie yang orang banyak belum tentu tahu itu, apa saja kira kira faktanya?? yuk dibaca sampai habis. .

Nah rupanya selfie itu dari dulu udah ada bahkan di tahun 1893 lo sobat, Jadi sebenarnya selfie itu bukanlah suatu trend yang benar benar baru. .

Putri Anastasia Nikolaevna dari Rusia adalah salah satu remaja yang pertama kali mengambil fotonya sendiri melalui cermin menggunakan Kodak Brownie pada tahun 1914. via wikipedia.org

nah jadi, kalo ngomong ngomong soal selfie , ternyata selfie udah ada jauh dari jaman sekarang lo sobat budygroup bahkan udah ada di tahun 1893 tu hehe. .seseorang fotografer asal amerika yang bernama robert cornelius lah yang melakukan selfie, robert cornelius juga dikenal sebagai salah satu tokoh terkenal dalam dunia fotografi guys jd sama sekali tidak mengherankan bukan. .

nah dari berbagai sumber yang sudah budygroup rangkum. menyebutkan bahwa foto dari selfie cornelius ini diciptakan dengan teknik yang bernama Daguerreotype. tapi pada zaman itu masih sangat terbatas teknologi teknologi yang ada contohnya, robert cornelius membutuhkan waktu unduk selfie sekitar 5 hingga 15 menit lo sobat untuk bisa sukses fotonya, bisa dibayang ga tu? hehe pantesan zaman dulu orang kalo berfoto ga ada yang senyum ya hehe,

di tahun 1907 tepatnya di skotlandia sebenarnya juga muncul isu sebuah potret dari anak laki laki yang menggunakan cermin untuk memfoto dirinya sendiri, nah kalo dijaman sekarang dinamakan dengan potret miror ya guys, jadi sayang nya foto itu tidak memiliki keterangan yang cukup jelas dan detail tu sobat, sehingga, fotonya tidak bisa di teliti lebih dalam lagi lo.

siapa sangka kalo selfie muncul pertama kali di sosial media yang bernama flickr, pada tahun 2004, dan semakin mulai dikenal banyak orang mulai tahun 2012 hingga kini. 




mungkin dijaman sekarang , orang lebih sering menggunakan pose selfie untuk di post di instagram , twitter ataupun facebook, nah siapa sangka lo sobat, sebenarnya justru kalo selfie pertama kali muncul di sosial media yang bernama flickr, pada tahun 2004 lalu. untuk pertama kalinya situs berbagi flickr itulah yang mempopularkan istilah "selfie"  untuk memposting para remaja remaja putri di amerika. 

nah sekarang hasil foto selfie tadi semakin majunya zaman dan berkembang nya teknologi yang ada , maka kualitas selfie sangat mumpuni lo sobat, 

dizaman sekarang ini trend foto selfie sudah sangat mendunia bukan? tidak hanya di kalangan remaja dan dewasa, bahkan orang tua turut ikut melakukan trend selfie  hehe. tetapi mayoritas kebiasaan selfie itu adalah perempuan, dan bisasanya untuk remaja perempuan menghabiskan waktu 3 - 5 jam untuk selfie hehe. .

itu dia fakta fakta tentang selfie yang orang banyak belum ketahui, dan jangan lupa untuk membagikan informasi ke teman di sekitarmu, agar kita sama sama tau tentang informasi dan teknologi Zaman sekarang, Terimakasih. .
Read More

Saturday, March 16, 2019

Kok bisa, Rusia takluk terhadap jepang? Ini sejarahnya


Pada 1905, Halide Edib, penyair dan aktivis Turki, melahirkan seorang anak bernama Togo. Edib, yang kelak bersama Kemal Pasha mengorganisir aksi pembangkangan sipil di Istanbul melawan pendudukan militer Inggris ketika Turki kalah dalam Perang Dunia I, tak sendirian. Ia hanyalah satu dari sekian banyak orang yang menamai anak mereka dengan nama laksamana Jepang Togo Heihachiro setelah kemenangan Negeri Sakura atas Rusia pada 112 tahun lalu, tepat 28 Mei 1905.

Ketika berita kemenangan Jepang sampai di telinganya, nasionalis Tiongkok Sun Yat-Sen sedang berada di London. Begitu kapalnya transit di Terusan Suez dalam perjalanan pulang ke Tiongkok, para pekerja pelabuhan mengira Sun orang Jepang dan memberinya ucapan selamat.


Di Kairo, bapak ideologis Ikhwanul Muslimin Rashid Rida menulis dengan semangat tentang kemungkinan mengislamkan Jepang dan mengangkat negeri itu menjadi pembebas dari “kaum kafir.” Kabar itu pun sampai di telinga Penyair India Rabindranath Tagore, yang segera merayakannya dengan pawai bersama murid-muridnya di Bengal. Sementara itu pemimpin kulit hitam Amerika W.E.B. Du Bois berbicara tentang bangkitnya “martabat kulit berwarna” seluruh dunia.  Di Jawa, para priyayi membentuk organisasi Boedi Oetomo.




Demikian secuil rekaman esais Pankaj Mishra atas peristiwa-peristiwa di seluruh Asia merespons kemenangan Jepang dalam From the Ruins of Empire: The Intellectuals Who Remade Asia (2012). Di mata masyarakat terjajah di Asia, kemenangan Jepang adalah tanda bahwa bangsa kulit putih pun bisa dikalahkan.

Latar Belakang Perang
Pada 6 Februari 1904, Jepang memutuskan hubungan diplomatiknya dengan Rusia, setelah bertahun-tahun bersaing menguasai Semenanjung Korea dan Manchuria, dua kawasan yang dianggap penting secara ekonomi dan militer. Hari itu juga, armada laut Jepang dipimpin Laksamana Togo Heihachiro berlayar menuju perairan Korea. Tak sampai seminggu, Jepang mendeklarasikan perang terhadap Rusia.

Adu otot Jepang-Rusia tak terjadi dalam semalam. Pada 1885, Rusia, Jerman, Inggris, Perancis, dan Jepang berebut Tiongkok, yang hingga beberapa dasawarsa sampai Partai Komunis berkuasa pada 1949, terus  menjadi bulan-bulanan negeri-negeri asing. Jepang adalah satu-satunya negara non-Eropa yang terjun dalam perebutan pengaruh geopolitik, yang bergulir hingga Perang Dunia I (1914) dan II (1938-1945).


Ekspansionisme Jerman merupakan konsekuensi lanjutan dari Restorasi Meiji, yang dilakukan Kaisar Meiji dengan cara mengadopsi praktik-praktik birokrasi dan militer modern negeri-negeri Eropa. Cermin Jepang pada saat itu adalah Jerman, yang di bawah kepemimpinan Bismarck mendadak muncul sebagai kekuatan utama di Eropa dengan cara memancing negeri-negeri sekitarnya terjun dalam kancah perang.

Sejak 1860-an, Jerman mengirim banyak konsultan ke Jepang. Termasuk Klemens Jacob Meckel, otak di balik modernisasi militer Jerman. Pada 1886, Jepang memperbaharui angkatan perangnya berdasarkan model Jerman beserta peralatan terbaru setara yang dimiliki pasukan Union pada Perang Sipil Amerika (1860-1865). Pada tahun-tahun itu juga kaum elit Jepang memperdebatkan kemungkinan mencaplok Korea, dengan alasan ingin memperadabkan masyarakatnya—dalih yang juga digunakan elit-elit Eropa saat menjajah Afrika.
Efek di Barat
Perang Rusia-Jepang merupakan perang besar pertama abad ke-20, dengan teknik yang kemudian digunakan pada konflik-konflik bersenjata setelahnya, termasuk Perang Dunia I. Penggunaan kawat berduri dan parit, bermula dari perang selama 19 bulan ini.

Sejumlah pengamat menilai Jepang sedang menjalankan war of attrition, yakni strategi konflik yang sejak awal dirancang supaya lawan menguras sumber daya ekonomi negaranya sendiri. Wacana war of attrition belakangan diangkat lagi ketika Michael Scheuer, analis CIA, dalam bukunya Imperial Hubris (2007), mengatakan bahwa aksi Al-Qaeda menyerang Amerika Serikat pada peristiwa 9/11 bertujuan untuk menyeret Paman Sam ke dalam perang berkepanjangan dan membangkrutkannya.

Namun, seperti dituturkan John Steinberg dalam The Russo-Japanese War in Global Perspective: World War Zero, Volume 2 (2005), anggaran Jepang untuk perang tersebut sebenarnya jauh lebih besar ketimbang Rusia (konsumsi harian warga Jepang bahkan dibatasi guna memenuhi logistik militer di lapangan). Namun demikian, dengan skema pinjaman jangka panjang dari Inggris dan Jerman, Jepang bisa memupuk cadangan amunisi untuk masa depan.

Sebaliknya, Rusia, dengan anggaran perang yang terbatas, justru mengalami krisis politik dalam negeri. Sebuah revolusi meletus pada Januari tahun itu, angkatan laut memberontak, buruh menggelar aksi pemogokan umum buruh di beberapa kota, dan bendera merah dikibarkan di Odessa, Ukraina. Revolusi ini merupakan gong pertama keruntuhan Tsar yang resmi runtuh dalam Revolusi Bolshevik pada 1917. Revolusi 1905 berhasil memaksa Tsar menerima berdirinya parlemen (Duma).

Di Barat, Togo Heihachiro jadi idola. Di Belanda dan Finlandia, ia jadi merek bir. Pemakaman Togo pada 1934 bahkan dihadiri oleh Chester W. Nimitz, panglima armada Pasifik AS dalam Perang Dunia II. Sebelum jadi diktator pada 1933, Hitler sudah memuji-muji Jepang dan ikut merundung Rusia, karena menurutnya Negeri Beruang Merah itu adalah bagian dari ras Slav barbar. Meriahnya reaksi orang kulit putih non-Rusia atas kemenangan Jepang perlu dilihat sebagai ekspresi Rusiafobia yang telah berkembang sejak era Perang Napoleonik (1803–1815) dan menghebat sepanjang Perang Dingin.  

Kemenangan Jepang setidaknya setara dengan tiga peristiwa yang berampak besar secara regional. Revolusi Perancis bergaung ke seluruh Eropa dan memicu tumbuhnya gerakan-gerakan nasionalis sejak penyerangan penjara Bastille pada 1789. Unifikasi Italia oleh Garibaldi pada 1876 mengilhami masyarakat Eropa untuk membentuk negara yang bisa menaungi “bangsa” suatu entitas abstrak di saat sebagian orang orang lebih merasa sekampung atau sebahasa. 

Peristiwa ketiga adalah buntut dari kekalahan Rusia pada 1905, yakni ketika kaum komunis berhasil merebut kekuasaan dan membubarkan monarki Tsar pada 1917. Kejadian yang terakhir ini kemudian memiliki efek yang lebih luas dan lama ke Eropa dan seluruh dunia, termasuk Hindia-Belanda. Wajah antikolonialisme pun lantas berubah, yang awalnya berkiblat ke Tokyo, kini menoleh ke Moskow, kemudian Peking. 

Read More